SEJARAH SEBAGAI ILMU, PERISTIWA, KISAH, DAN SENI


A.    PENDAHULUAN

Dengan berkembangnya zaman para peserta didik banyak dipengaruhi oleh budaya luar. Hal ini, membuat mereka tidak lagi memiliki minat untuk belajar pelajaran sejarah, anggapan mereka sejarah itu membosan karena hanya membahas tentang peristiwa masa lampau. Jika dipahami dengan baik, belajar sejarah menyenangkan dimana mereka hanya memahami peristiwa apa yang telah terjadi, serta maknanya apa untuk diterapkan di masa sekarang.

Disini mau mengingatkan generasi sekarang tentang pentingnya belajar sejarah, dengan cara menyampaikan  peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dalam kurun waktu yang sudah lampau. Dengan  mengetahui hal tersebut, dapat memberi pelajaran bagi generasi sekarang agar tidak lagi mengalami peristiwa yang sama, serta mengingatkan kita pada peristiwa penting seperti hari lahirnya Negara Republik Indonesia, adalah 17 Agustus 1945. Menurut bapak proklamator kita yakni Ir. Soekarno pernah mengatakan “ Jas Merah” artinya jangan sekali-kali lupakan sejarah. Itu artinya mau mengingatkan generasi sekarang betapa pentingnya belajar sejarah dengan terus melestarikannya.

B.       Rumusan Masalah

1.      Apa itu Sejarah?

2.      Apa itu sejarah sebagai ilmu?

3.      Apa itu sejarah sebagai peristiwa?

4.      Apa itu sejarah sebagai kisah?

5.      Apa itu sejarah sebagai seni?


C.      SEJARAH SEBAGAI ILMU, PERISTIWA, KISAH, DAN SENI

1.    Pengertian Sejarah

Istilah “sejarah” berasal dari beberapa kata, yaitu bahasa Arab, yaitu Syajaratun berarti pohon, keturunan, asal usul atau silsilah; bahasa Inggris yakni history yang berasal dari bahasa Yunani kuno historia (dibaca istoria); dalam bahasa Belanda historie yang memiliki arti “ilmu”. Sedangkan sejarah menurut H.Wals adalah catatan penting dan berarti bagi manusia berupa pengumpulan data tindakan-tindakan dan pengalaman manusia di masa lalu. Catatan yang berisi hal-hal penting sehingga dapat dijadikan sebagai cerita yang sangat berarti bagi setiap generasi. Berdasarkan pada istilah dan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa sejarah adalah ilmu yang membahas tentang aktivitas manusia pada kurun waktu yang telah lampau.

Kata sejarah dapat digunakan juga dalam beberapa profesi seperti guru sejarah, artinya guru yang mengajarkan mata pelajaran sejarah, pegawai sejarah artinya mereka yang bekerja sebagai pegawai purbakala, monumen, dan museum, pelaku dan saksi sejarah adalah mereka yang terlibat langsung dalam sebuah peristiwa sejarah, penelitian penulis sejarah adalah mereka yang memiliki bakat dan kemampuan dalam meneliti dan menulis sejarah, mereka ini adalah para pengajar baik guru maupun dosen, juga wartawan, dan sastrawan.

2.    Sejarah sebagai ilmu

Sebelum membahas tentang sejarah sebagai ilmu. Perlu dikaji tentang apa itu sejarah dan apa itu ilmu. Sejarah adalah ilmu yang membahas tentang pengalaman penting yang dialami oleh manusia di masa lampau. Sedangkan ilmu berkaitan dengan pengetahuan tertentu yang disusun berdarkan pada metode tertentu yang mana dijelaskan secara rinci dan memiliki kebenaran secara umum. Adapun ilmu adalah kumpulan pengetahuan berdasarkan pada sumber dan teori yang telah disepakati secara bersama. Jadi, ilmu sejarah adalah kumpulan pengetahuan tentang peristiwa sejarah  berdasarkan sumber dan teori sejarah yang ada.

Menurut kuntowijoyo menyebutkan sejarah sebagai ilmu karena memiliki kaidah keilmuan sebagai berikut:

a.    Sejarah itu empiris.  Sejarah sangat tergantung pada pengalaman manusia yang terekam. Artinya sejarah tergantung pada aktivitas manusia, dalam aktivitas ada pengalaman yang dialami. Pengalaman itu hanya terjadi sekali dan tidak terulang lagi. Hal itulah yang membedakan sejarah dengan ilmu lain, ilmu lain bisa diulang tetapi sejarah tidak bisa diulang hanya bisa diceritakan secara turun temurun.

b.    Sejarah itu mempunyai objek. Perbedaan antara sejarah sama hal dengan ilmu lain memiliki objek. Tetpai lebih spesifik sejarah hanya mengamati tentang aktivitas manusia di masa lampau.

c.    Sejarah itu mempunyai teori. Sama seperti ilmu lain, sejarah juga mempunyai teori pengetahuan.

d.   Sejarah itu mempunyai generalisasi. Dalam mengamati suatu peristiwa para penulis atau sejarawan akan menarik kesimpulan secara umum tentang suatu peristiwa.

e.    Sejarah itu mempunyai metode. Metodenya berupa langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian sejarah, yang dilakukan secara efektif serta mengkritisi setiap sumber yang didapatkan dan menyajikan hasil dari sintesis yang dibuat.

Berdasarkan pada penjelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa sejarah sebagai ilmu harus memiliki kaidah keilmuan yang sudah disepakati bersama.

3.    Sejarah sebagai peristiwa

Sejarah sebagai peristiwa adalah kejadian penting yang dialami oleh manusia  pada masa lampau dan tidak dapat diulang kembali. Sejarah dapat menjelaskan tentang fakta-fakta penting yang dialami oleh manusia pada lampau. Kejadian ini tidak bisa diulang karena waktu kejadian, tempat, dan para pelaku sejarah telah tiada serta situasi telah berubah. Adapun, kejadian ini terjadi secara alami mengikuti zamannya sehingga tidak bisa diulang di zaman yang berbeda.

Untuk mengetahui kejadian masa lampau dengan cara menyusun peristiwa-peristiwa penting secara ilmiah berdasarkan pada kaidah-kaidah keilmuan, dan dianalisis secara kritis serta perlu melakukan pengujian kebenaran agar dapat diterima, dipahami dan dimengerti oleh masyarakat umum.

Sejarah dikatakan sebagai peristiwa jika memiliki syarat-syarat berikut:

a.       Objektif artinya peristiwa-peristiwa penting yang dikaji oleh manusia dengan menunjukkan pada fakta bahwa peristiwa itu benar ada dan benar terjadi. Peristiwa sejarah bukanlah mitos tetapi benar-benar terjadi di masa yang lampau. Caranya dengan menampilkan bukti-bukti sejarah berupa foto, rekaman, kesaksian, pelaku sejarah atau arsip.

b.      Unik artinya peristiwa yang terjadi tidak sama dengan peristiwa yang terjadi pada masa itu. Peristiwa yang terjadi di masa lalu secara umum tidak ada yang sama sebab waktu, tempat, dan orang yang terlibat berbeda, hal ini membuat peristiwa sejarah unik.

c.       Penting artinya peristiwa itu memiliki pengaruh penting tidak dalam hal perkembangan pengetahuan serta berbangsa dan bernegara. Serta memiliki makna tidak bagi kehidupan manusia di masa kini dan masa depan.

4.      Sejarah sebagai kisah

Menurut Ismaun sejarah sebagai kisah adalah  cerita berupa narasi yang disusun dari memori, kesan, atau tafsiran manusia terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi atau berlangsung pada waktu yang lampau. Dari pembahasan ini dapat diartikan bahwa para penulis atau sejarawan akan menggambarkan ulang kejadian masa lampau berdasarkan pada kaidah keilmuan secara ilmiah, terinci, terstruktur agar dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat umum.

5.      Sejaraha sebagai seni

Sejarah sebagai seni adalah kemampuan para penulis atau sejarawan dalam menggambarkan suatu kejadian pada masa lampau agar membangkitkan imajinasi para pembaca untuk menggambarkan sendiri peristiwa sejarah telah terjadi di masa lampau. Penggambarannya berupa para pelaku sejarah, tempat terjadinya peristiwa sejarah agar mereka tidak bosan dalam membaca sejarah.

Berikut ciri-ciri sejarah sebagai seni, yakni:

a.       Intuisi adalah kemampuan kemampuan para penulis atau sejararwan mengetahui atau memahami peristiwa sejarah yang terjadi pada lampau

b.      Emosi adalah perasaan ikut berkembang dan masuk dalam penulisan sejarawan.

c.        Gaya bahasa adalah cara khas penulis dalam menyatakan pikiran dan perasaan tentang suatu topik sejarah daam bentuk tulisan

d.      Imajinasi adalah cara seorang penulis mengembangkan kejadian berdasarkan atau pengalaman seseorang

 

Daftar pustaka

Pengertian sejarah, diakses dari https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-sejarah/, diakses pada tanggal 12 Maret 2022, pukul 21:53 WIT

Ciri-ciri sejarah sebagai dari https://blog.edukasystem.com/sejarah-sebagai-ilmu/, diakses pada tanggal 16 Maret 2022, pukul 11:10 Wit

Sejarah sebagai Kisah, Peristiwa, Ilmu, dan Seni, Sejarah sebagai Kisah, Peristiwa, Ilmu, dan Seni - PDF Free Download (adoc.pub), diakses pada tanggal 13 Maret 2022, pukul 14:01 Wit

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN SEJARAH (HEURISTIK, VERIFIKASI, INTERPRETASI, DAN HISTORIOGRAFI )